This article has been viewed times

Harley Davidson Club


Harley Davidson Club

Harley Davidson mulai diproduksi tahun 1903 di Amerika Serikat dan mulai masuk Indonesia tahun 1940-an. Banyak dari motor Harley tersebut merupakan warisan dari tentara Belanda. Saat ini tercatat 2500 Harley yang ada di Indonesia dengan jumlah pemilik sekitar 1500 orang (sumber: www.gatra.com/2003-05-25). Karena harga untuk berbagai aksesori, perawatan dan pembelian motor yang cukup mahal, motor gede ini hanya dimiliki oleh penggemar yang fanatik, sebagian besar merupakan orang-orang yang telah mapan secara ekonomi. Untuk sebuah motor Harley baru diberi harga sekitar 400 juta-an, ini belum termasuk berbagai aksesori yang dipasang untuk menciptakan motor yang lebih individual. Di kalangan warga Graha Famili ternyata banyak juga yang menyukai motor gede ini. Sebut saja Ali, Eko, dan Herry yang tinggal di Blok D, ada juga Rudy warga blok G serta Tekli warga blok N. Ketika ditanya alasan menyukai motor gede, ternyata mereka cenderung suka motor ini karena kesan macho yang muncul ketika mengendarai Harley Davidson.

Seperti kata Tekli ” Tongkrongan motor ini terlihat mokong bahkan nenek-nenek yang naik Harley akan kelihatan sangar atau liar.” Sedangkan Rudy yang telah mengikuti berbagai kegiatan club sebelum memiliki motor Harley bercerita ia menyukai motor Harley berawal dari suka pada seorang cewek yang mengendarai moge ini. Setelah kenal lebih banyak dengan motor bersuara rung.. rung... ini, ia memutuskan untuk memilikinya. Bahkan sekarang ia lebih mencintai mogenya daripada sang cewek.

Motor Harley memiliki berat sekitar 400 kg jadi sebuah motor Harley ditambah bensin dan pengendara beratnya sekitar 750 kg, sehingga untuk mengendarainya diperlukan keahlian dan pengalaman khusus. ”Dalam touring ke Bali, saya pernah berhenti mendadak di tikungan sehingga posisi motor miring, langsung motor saya lepas, tidak mungkin saya menahan motor itu. Toh motor saya memilik engine guard berupa lengkungan besi di sisi kiri dan kanan motor sehingga motor yang jatuh tidak akan mengenai tubuh pengendara”cerita Ali.

Kebersamaan pengendara HD memunculkan kelompok yang terkenal seperti Hell’s Angel, rombongan pengendara motor berkulit putih, berambut panjang, badan penuh tato dengan seragam jaket kulit dari Amerika Serikat yang memiliki solidaritas sangat tinggi sampai bersedia mati demi teman. Di Indonesia club Harley terbesar adalah HDCI yang memiliki 22 cabang organisasi di seluruh Indonesia. Solidaritas yang tinggi para pengendara Harley lahir dari kerja sama dalam kegiatan bersama. Seperti yang diungkapkan Herry, ”Pada suatu kegiatan touring dibutuhkan banyak bantuan teman, mulai dari memundurkan motor yang diparkir atau jika salah satu motor mengalami kerusakan, terpaksa motor itu ditinggal dan pemiliknya akan menumpang motor temannya. Dari sinilah muncul keakraban dan solidaritas antar sesama pengendara.”


Artikel lain dalam edisi Rumah Kita kali ini:

Perayaan Kemerdekaan RI

Mau mencari sesuatu di Graha Famili web site?     

Search site:    

Kantor Pemasaran : Jl. Mayjen. Sungkono Kav B-5 Surabaya 60225 Telp : +62 31 5676007 Fax : +62 31 5675475